budi pradono menafsirkan kembali arsitektur vernakular di pedesaan indonesia

reinterpretasi modern dari rumah jawa

budi pradono arsitek merancang urutan ruang terbuka, semi terbuka, dan tertutup untuk ini tempat tinggal kayu dalam bahasa Indonesia desa wonosegoro. Proyek ini memadukan reinterpretasi rumah Jawa atau ‘omah djawa’, yang merupakan rumah tradisional masyarakat di pulau Jawa, dengan program tata ruang yang memenuhi kebutuhan modern bekerja dari rumah.

lokasi rumah baru terletak sekitar satu jam perjalanan dari semarang, jauh dari hiruk pikuk kota. plot pedesaan dikelilingi oleh sawah, hutan tropis, dan orang-orang yang ramah.


gambar milik budi pradono

strategi desain

Arsitek menjelaskan bahwa dalam tradisi Jawa rumah adalah representasi alam, dan kedekatan dengan alam ditunjukkan dengan kualitas ruang terbuka, semi terbuka, dan tertutup, yang semuanya saling berhubungan secara berurutan. Dengan pemikiran ini, strategi desain dasar untuk hunian ini adalah untuk terhubung dengan lanskap dengan membuat berbagai pengalaman spasial di tingkat bertingkat, menghasilkan ruang yang tenang namun berkarakter.

omah djawa a javanese house project by budi pradono 3
rumah pendopo: tiang kayu tradisional ditafsirkan ulang dengan alas batu

rumah pendopo

Seperti halnya rumah-rumah tradisional Jawa, program ini disusun pada garis datum di mana ruang-ruangnya saling berhubungan tetapi pada saat yang sama memiliki privasinya sendiri. sisi depan denah rumah menampung ‘rumah pendopo’, elemen dasar arsitektur Jawa yang terbentuk di sini sebagai ruang penerima tamu terbuka berukuran 11 x 11 meter.

struktur baru sebenarnya telah direkonstruksi dari bangunan kayu berusia 60 tahun yang telah bertahan beberapa gempa bumi. sambungan kayu disambung tanpa menggunakan paku, hanya menggunakan pasak kayu.

rumah pendopo memiliki konstruksi joglo, yang ditentukan oleh bentuk atapnya yang khusus. struktur dirancang untuk menahan gempa. budi pradono juga menambahkan elemen kontemporer dengan alas batu ditambahkan ke bagian bawah kolom kayu. ada celah kecil antara batu dan kayu untuk mewakili hubungan antara dua bahan dan dialog antara modern dan tradisional.

omah djawa a javanese house project by budi pradono 4
dapur dan ruang makan semi tertutup

rumah dalem

di belakang paviliun resepsi terbuka adalah ‘omah dalem’, atau ‘rumah dalam’. strukturnya mirip dengan konstruksi joglo tetapi terbuat dari bata lokal dan jendela berbingkai kayu. ruang ini dibagi menjadi empat kamar tidur kemudian di belakangnya, ada halaman dengan kamar lain di sekitarnya.

halamannya menampilkan pohon sawo prem jawa sebagai simbol kebaikan yang akan dibagikan pemiliknya kepada semua orang. ruang antara halaman adalah teras, tiga kamar tidur, dan satu ruang makan utama. bangunan layanan pendukung terletak terpisah dari rumah induk.

Untuk melengkapi rumah modern dengan elemen tradisional ini, tim desain memilih bahan yang ‘lurus dan bersahaja’. kayu jati dan bata merah produksi masyarakat setempat dipadukan dengan logam dan batu kali memberikan nilai baru pada konsep bangunan jawa.

omah djawa a javanese house project by budi pradono 5
pemandangan salah satu kamar tidur